Tersangka Korupsi e-KTP Kembali Mangkir

Tersangka Korupsi e-KTP Kembali Mangkir – Tersangka masalah korupsi e-KTP, Setya Novanto kembali mangkir dari pengecekan jadi saksi Anang Sugiana Sugihardjo (ASS) di KPK, Senin (13/11/2017) .
SN lewat surat yg di sampaikan pada KPK, menerangkan tidak datang dikarenakan instansi antirasuah itu tidak menyertakan surat izin dari Presiden.
Menanggapi hal semacam tersebut, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif menyampaikan argumen itu dibuat-buat. Pasalnya, Novanto sempat penuhi panggilan KPK tanpa ada memerlukan surat izin presiden.

” Iya itu dibuat-buat. Saksikan saja dahulu, dia kan datang juga tanpa ada butuh surat izin presiden. Kenapa saat ini mesti minta surat izin? ” tutur Laode di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/11/2017) .

Setidaknya, sejumlah 10 kali pemanggilan KPK kepada Setya Novanto baik jadi saksi ataupun tersangka. Cuma saja, Novanto menghadiri 1x pengecekan.
Kemudian, beragam ragam argumen dimanfaatkan oleh ketua umum Golkar itu tidak ada penuhi panggilan.
Dari argumen sakit, izin menghadiri kesibukan beda, sampai mengharuskan KPK memperoleh izin dari presiden.
Upaya pemanggilan paksa, kata Laode, juga akan ditempatkan jika dalam kondisi sangat terpaksa untuk menyebut Novanto.
Tetapi saat, dia masihlah yakin yg terkait tetaplah kooperatif dalam penuhi panggilan KPK.

” Saya masihlah yakin beliau juga akan tetaplah ada kalau kelak di panggil sekali lagi, ” katanya.
Sesaat itu, Novanto dalam suratnya, mengemukakan tujuh point berkaitan argumennya tidak ada penuhi undangan KPK.

Beberapa salah satunya yaitu menghadiri HUT Golkar di NTT, keterangan berkenaan hak imunitas anggota DPR serta memohon surat izin dari presiden.
Surat izin presiden yg disebut berdasarkan pada UU Nomor 17 Th. 2014 berkenaan MD3 Pasal 245 (1) sebutkan ;
” Pemanggilan serta keinginan info untuk penyidikan kepada anggota DPR yg disangka lakukan tindak pidana mesti memperoleh kesepakatan tertulis dari Mahkamah Kehormatan Dewan. ”
Sesaat berdasar pada putusan MK Nomor 76/PUU-XII/2014 yg menguji pasal 245 ayat (1) dalam putusannya menyebutkan kalau frasa ” Kesepakatan tertulis dari MKD ” bertentangan dengan UUD 1945 serta tidak punya kemampuan hukum mengikat selama tidak dimaknai ” kesepakatan tertulis dari Presiden. ”
Kemudian kepada Pasal 224 ayat (5) yg berbunyi pemanggilan serta keinginan keterangam pada anggota DPR yg disangka lakukan tindak pidana berkenaan dengan proses pekerjaan seperti disebut pada ayat (1) , ayat (2) , ayat (3) serta ayat (4) mesti memperoleh kesepakatan tertulis dari MKD.

Berdasar pada Putusan No. 76/PUU-XII/2014, kepada frasa ” Kesepakatan Tertulis dari MKD ” dalam Pasal 224 ayat (5) bertentangan dengan UUD 1945 serta tidak punya kemampuan hukum mengikat selama tidak dimaknai ” kesepakatan tertulis dari presiden. ”
Tetapi saat, pada Pasal 245 Ayat 3 menyebutkan kalau ketetapan Ayat 1 tidak berlaku jika anggota DPR lakukan tindak pidana spesial, termasuk juga korupsi.

Di panggil Rabu
Juru Bicara KPK, Febridiansyah menerangkan Setya Novanto juga akan di panggil kembali oleh pihaknya jadi tersangka pada masalah E-KTP, Rabu (15/11/2017) lain waktu. K
Surat pemanggilan kepada Novanto telah dilayangkan Senin siang.
” Hari ini surat pemanggilan telah di kirim untuk pemanggilan Rabu minggu ini jadi tersangka, ” tutur Febri di gedung KPK, Jakarta.

Dia malas berspekulasi berkenaan hadirnya serta argumen Setya Novanto nanti. Cuma saja, pihak KPK mengharapkan pria kelahiran 12 November itu bisa penuhi panggilan.
Argumennya, kala pemanggilan itu lah, Novanto di beri peluang untuk lakukan penjelasan serta beberapa hal beda yg menginginkan dibicarakan.

Diluar itu, pemenuhan panggilan juga harus dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) .
” Itu kan sifatnya harus untuk penuhi panggilan penyidik. Kami tidak paham nanti datang atau tidak. Kami malas berspekulasi apa yg juga akan berlangsung besok, ” ucapnya.
Sesaat untuk penahanan, Febri menyampaikan sampai sekarang ini pihaknya belumlah ada kepentingan untuk menahan yg terkait. KPK, lanjut dia, masihlah konsentrasi untuk pengecekan.
” Belum juga, belumlah ada penahanan. Kami masihlah konsentrasi pengecekan tersangka serta saksi-saksi, ” tutur dia. (rio)

Categorized: news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>