Gadis Di Bali, Kubur Bayi Hasil Hubungan Dengan Pacarnya

Gadis Di Bali, Kubur Bayi Hasil Hubungan Dengan Pacarnya – Kepolisian Polsek Denpasar Barat mengamankan pemeran yg mengubur orok bayi di Jalan Tukad Buana, Banjar Gunung Sari, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, pada Kamis (13/9) tempo hari. Terduga tak beda merupakan ibunya sendiri yg berinisial TAS (19) . Dia mengubur orok bayi dengan kedalaman 40 cm. itu ditepi tempat tinggalnya sendiri.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu memaparkan rangkaian penemuan orok bayi itu. Orok bayi diketemukan pertama oleh ibu pemeran yg berinisial APM (37) kala ingin pergi kerja.

” Pemeran memang tinggal berbarengan orang tuanya. Waktu bakal pergi terciumlah berbau. Tidak hanya itu ada anjing disana yg mengais-ngais tempat tumpukan tanah. Lantas, ibu serta papa pemeran hampiri. Kala di buka, baru didapati itu merupakan orok bayi semacam wanita yg udah wafat bahkan juga udah membusuk, ” ujarnya, di Mapolsek Denpasar Barat, Jumat (14/9) sore.

Orok bayi itu dibungkus memanfaatkan kaos berwarna abu-abu serta dibalut dengan kain pantai warna ungu. Hasil itu dilaporkan ke Mapolsek Denpasar Barat.

” Awal yg kami pahami itu, kain yg dibikin membungkus bayi itu merupakan kain pantai yg berwarna ungu. Sehabis kita mencari kabar ada yg paham kalau pemilik kain itu punya anak ibu yg pertama paham, ” jelas Kapolsek.

Hari itu juga pemeran langsung ditangkap polisi. Kala dilaksanakan interogasi polisi menemukannya sejumlah realita. Pemeran udah hamil sejak mulai Desember 2017 kala duduk di bangku SMK.

” Dia hamil sehabis mengerjakan interaksi intim dengan pacarnya. Kala hamil dia menyembunyikan terhadap orang tuanya, tidak sempat ceritakan soal itu walau mereka tinggal serumah, ” papar Kapolsek.

Motifnya pemeran mengubur bayinya lantaran takut serta malu apabila didapati beberapa orang. Ditambah lagi kala itu dia tetap sekolah serta kekasihnya baru lulus sekolah.

” Pertama perasaan takut serta malu. Lantaran kala hamil waktu dia sekolah, itu motifnya. Kami pernah juga tanyalah terhadap orang tuanya serta ibunya pernah juga ajukan pertanyaan terhadap pemeran mengapa kok seperti orang hamil, argumen pemeran cuma menjawab lantaran gemuk saja, ” kata Kapolsek.

Mayat orok bayi pernah dibawa bekerja

Kapolsek ceritakan, pada Minggu (9/9) lebih kurang waktu 17. 00 WITA, pemeran alami sakit perut. Dia memohon obat sakit perut ke ibunya. Besok harinya, Senin (10/9) pemeran tak bekerja lantaran argumen sakit perut. Kedua kalinya pemeran ke kamar mandi.

Kala di kamar mandi, lebih kurang dua jam, tiada diakui air ketubannya pecah serta keluar orok bayi.

” Kala keluar banyinya pernah menangis serta si pemeran tutup mulut bayi dengan tangan kanan lebih kurang 1/2 jam serta bayi itu tak bekerja lagi (wafat) serta pemeran bangun membawa bayi itu. Lantas dimandikan serta kemudian dibungkus dengan kaosnya serta kain pantai warna ungu, ” papar Kapolsek.

Sehabis bayi itu udah dibungkus, pemeran membawanya ke kamar tidurnya serta meletakan di sofanya. Besok harinya, Selasa (11/9) , pemeran pergi bekerja mengendarai sepeda motor berbonceng dengan ibunya. Orok bayi yg udah wafat serta dibungkus itu dimasukan ke tasnya pemeran. Sepanjang bekerja bayi ini di taruh di kursi belakang rumah makan.

” Hingga jam 9 malam pemeran udah di tempat tinggalnya. Di situlah dikuburkan dengan memanfaatkan cetong (menggali) serta ditutup dengan bumbungan genteng yg tak jauh dari tempat tinggalnya, ” kata Kapolsek.

Polisi sudah periksa kekasih pemeran. Dikarenakan, pemeran pernah menyampaikan kehamilannya terhadap pacarnya. Tetapi pacarnya tak yakin jadi menuduhnya hamil dengan lelaki beda sampai selanjutnya mereka putus.