Bangunan Liar Di Brebes Akan Segera Diratakan

Bangunan Liar Di Brebes Akan Segera Diratakan – Jawa Tengah, mau selekasnya ditertibkan. Gagasan penertiban itu di ketahui selesai Rapat Kordinasi (Rakor) lembaga berkenaan di Ruang Rapat OR Setda Brebes, Senin, 11 September 2017.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air serta Penyusunan Ruang (PSDAPR) Kabupaten Brebes, Agus Ashari mengemukakan, jumlah bangunan liar itu menyebar di sembilan kecamatan.

Di Kecamatan Bulakamba, ada 273 bangunan, Larangan 341 bangunan, Ketanggungan 102 bangunan, Kersana 30 bangunan, Jatibarang 139 bangunan, Brebes 114 bangunan, Tanjung 27 bangunan, Wanasari 101 bangunan, serta Kecamatan Songgom 102 bangunan.

” Memang paling banyak bangunan liarnya, ialah di Kecamatan Larangan serta kita telah mulai lakukan pengenalan penertiban itu, ” ucap Agus.

Bangunan itu, kata Agus, tidak hanya riskan longsor, juga menghalangi aliran air yang ada pada sekitaran aliran irigasi yang dihuninya.

” Jumlah yang ada sekarang ini adalah hasil pendataan kami di lapangan. Umumnya bangunan ada yang semipermanen serta ada pula yang permanen, semua tak berizin, ” dia menerangkan.

Menurut Agus, dalam penertiban kelak, semuanya bangunan yang tempati selama aliran sungai tak beroleh ganti rugi. Untuk menghadapi kericuhan sementara penertiban kelak, pihaknya sudah bekerja sama juga dengan kepolisian, TNI dan kecamatan serta desa untuk mengadakan pengenalan berkenaan gagasan penertiban itu.

” Kita sudah menggandeng desa, kecamatan, kepolisian serta TNI dalam menyosialisasikan gagasan penertiban ini. Keinginannya semua dapat jalan dengan baik, ” kata Agus.

Spesial untuk lokasi Kecamatan Jatibarang, semua bangunan yang ada pada sekitaran daerah irigasi mau dipindahkan ke ruang Janegara. Dengan kata beda, pemerintah sudah sediakan tempat untuk menyimpan warga miskin yang punyai bangunan di ruang irigasi.

” Kelak semuanya bangunan yang ada di sekitaran daerah irigasi di Kecamatan Jatibarang, gagasannya mau dipindahkan ke ruang sekitaran dua hektare yang ada pada Janegara, ” kata Agus.

Aturan Normalisasi serta Perbaikan Irigasi Tembus Rp 200 Milliar

Disamping itu, Perwakilan dari Balai Besar Lokasi sungai (BBWS) Semarang, Jawa Tengah, Agnes Yustika Rini mengungkap, pembersihan bangunan liar yang ada pada sekitaran sungai adalah agenda teratur pihaknya.

Diharapkan, akhir th. 2017 ini, semuanya bangunan liar yang ada pada Kabupaten Brebes di sekitaran ruang sungai dapat ditertibkan.

” Memang tiap-tiap tahunnya ada penertiban bangunan yang ada pada sekitaran sungai. Akhir th. dikehendaki penertiban itu dapat usai, ” ucap Agnes.

Ia mempertegas, andaikan pembersihan bangunan liar itu juga mensupport project pemerintah pusat lewat APBN untuk normalisasi sungai aliran irigasi dengan nilai plus dari Rp 200 miliar.

Menurut dia, sesuai sama sasaran project normalisasi serta perbaikan saluran irigasi ini usai sampai tiga th. ke depan.

” Karna multi years serta selanjutnya semua aliran Sungai Pemali yang bermuara dari Bendung Notog untuk lalu dialirkan saluran Sungai Pemali di lokasi Brebes, ” Agnes memungkasi.

Categorized: news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>